DAMPAK PERKEMBANGAN INTERNET BAGI ANAK

PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai dengan kemajuan di bidang media informasi dan teknologi pada saat ini telah berjalan begitu pesat, sehingga dalam menempatkan suatu bangsa pada kedudukan sejauh mana bangsa tersebut maju didasarkan atas seberapa jauh bangsa itu menguasai kedua bidang tersebut. Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam lingkungan global, maka mau tidak mau juga harus terlibat dalam maju mundurnya penguasaan media informasi dan teknologi, khususnya untuk kepentingan bangsa sendiri. Untuk mencapai maksud tersebut pemerintah menuangkannya dalam salah satu bentuk dari tujuan dan arah Pembangunan Nasional, yaitu sektor ilmu pengetahuan, dimana sasaran yang hendak dicapai dari upaya pengembangan media informasi dan teknologi ini adalah antara lain untuk meningkatkan daya saing bangsa, meningkatkan pembangunan bangsa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas.

Pencapaian sasaran tersebut dapat diupayakan melalui beberapa program yang mencakup pengembangan kelembagaan media informasi dan teknologi yang dinamis, efektif, efisien, dan produktif. Program ini dapat diwujudkan melalui berbagai alternatif, salah satunya adalah melalui pengoptimalisasian pemanfaatan layanan informasi kepada masyarakat luas yang dapat mempengaruhi sikap dan pola pikir mereka. Sebagai contoh konkret yang ada pada kehidupan saat ini adalah bagaimana peran serta orang tua dalam memberikan dan mengarahkan media informasi dan teknologi yang ada pada anak sehingga menjadi tolak ukur perkembangan anak di masa yang akan datang. Peradaban masa depan adalah cerminan dari sikap dan pola pikir yang terbentuk oleh individu tersebut melalui media informasi dan teknologi yang diperoleh sejak dini. Hal ini dikarenakan jasa media informasi dan teknologi telah menjadi komoditas utama dalam interaksi antar manusia yang berbasis modernisasi.

 

TUJUAN PENULISAN

Tujuan dari penulisan dari dampak perkembangan internet bagi anak yaitu supaya kita yang sudah dewasa bisa mengontrol anak dalam menggunakan internet yakni tidak berlebihan dalam penggunaannya an kita juga bisa memberikan contoh untuk tidak sering-sering dalam menggnakan internet supaya kita juga tidak berlebihan peggunaannya.


 

ANALISIS PERMASALAHAN

Dalam pengoptimalan potensi diri seorang anak, diperlukan adanya peran serta orang tua yang menjadi elemen terpenting dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian anak. Memahami perkembangan anak merupakan salah satu upaya alternatif terbaik dalam membimbing anak. Perkembangan psikologis dalam kehidupan seorang individu tergantung pada pengalaman yang diperolehnya dalam lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Masa anak merupakan periode perkembangan yang berlangsung cepat dan juga merupakan periode dimana terjadinya perubahan dalam banyak aspek perkembangan, baik dari segi psikologis, akademis, maupun sosial. Pengalaman masa kecil mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan berikutnya. Selain itu, tanpa disadari anak sering menerapkan “What You See is What You Get”. Penerapan ini memiliki makna sebagai apa yang dilihat oleh anak adalah sebuah pelajaran. Hal tersebut apabila tanpa bimbingan yang terarah dan terpadu dari orang tua dan keluarga, perkembangan anak akan mengarah pada sisi negatif.

Selama tahun pertama, seorang anak harus mengembangkan suatu kepercayaan dasar (basic trust), tahun kedua dia harus mengembangkan otonominya, dan pada tahun berikutnya dia harus belajar berinisiatif dan mengarah pada penemuan identitas dirinya. Pada usia sekitar 2 atau 3 tahun, anak banyak belajar mengenai berbagai macam koordinasi visiomotorik. Aktivitas-aktivitas sensomotorik telah dapat diintegrasi menjadi aktivitas yang dikoordinasi. Hal ini penting misalnya pada waktu mencontoh sebuah gambar atau sebuah benda. Apa yang dilihat dengan mata harus dapat dipindahkan dengan motoriknya menjadi sebuah pola tertentu. Sekitar tahun ke empat, semua pola lokomotorik yang biasa sudah dapat dikuasainya. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak luput dari peran media informasi dan teknologi yang ada pada saat bersamaan dengan perkembangan anak.

Kemajuan media informasi dan teknologi sudah dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi positif maupun negatif dari penggunaanya. Hal ini dikarenakan pengaksesan media informasi dan teknologi ini tergolong sangat mudah atau terjangkau untuk berbagai kalangan, baik untuk para kaula muda maupun tua dan kalangan kaya maupun menengah ke bawah. Bahkan pada umumnya, saat ini anak-anak usia 5 hingga 12 tahun yang menjadi pengguna paling banyak dalam memanfaatkan kemajuan media informasi dan teknologi pada saat ini. Oleh karena itu, tidak heran jika dampak positif dari perkembangan media informasi dan teknologi untuk anak usia 5 hingga 12 tahun dikatakan sebagai generasi multi-tasking.

Dampak desktruktif lainnya adalah pengaruh isu-isu dari media massa dapat dengan mudah menimbulkan kepercayaan dan pemahaman bagi khalayak (suwardilubis.bogspot.co.id). Adapun dampak positif dari penggunaan teknologi informasi terhadap aspek sosial budaya adalah sebagai berikut:

a)      Meningkatkan rasa percaya diri kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh

b)      Tekanan, kompetisi yang tajam, di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun, dan pekerja keras

c)      Keefektifan biaya dan waktu. Misalnya saat mengajar, kini telah ada teknologi pembelajaran secara online, jadi guru atau dosen tidak perlu repot untuk datang ke sekolah atau kampus, cukup menerangkan pelajaran lewat media internet kepada anak muridnya.

d)      Masyarakat tidak perlu lagi membeli koran untuk mengetahui informasi mengenai berita, cukup dengan membuka internet, kita sudah dapat membaca berita melalui media online, dan tidak mengeluarkan biaya.

e)      Semakin berkembangnya daya pikir individu dalam suatu bidang, baik dari segi ekonomi, politik, pendidikan, dan lain sebagainya.

f)       Kemampuan individu dalam mencari dan mengumpulkan data untuk bahan diskusi dapat mereka dapatkan dengan cepat dan akurat melalui media berbasis teknologi.

 

Adapun dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi terhadap aspek sosial budaya adalah sebagai berikut:

a)      Kenakalan dan tindak penyimpangan dikalangan remaja dengan mengakses situs porno, dan oknum-oknum yang menggunakan media facebook, twitter, dll.

b)      Melemahkan rasa gotong-royong dan saling tolongmenolong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

c)      Manusia menjadi malas. Karena telah dimanjakan oleh teknologi, sehingga kita tidak perlu repot bertemu dengan seseorang. Dengan teknologi, kita tetap dapat bertatap muka meskipun tidak bertemu dengan orang tersebut.

d)      Berkurangnya sosialisasi karena kurang proses tatap muka atau face to face karena pesatnya perkembangan alat komunikasi, hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.

e)      Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis.

f)       Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris artinya semakin mudahnya tindak kejahatan dalam melakukan tindak kriminalitas.

g)      Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.

Penyelesaian masalah teknologi dan anak-anak tidak dapat diselesaikan dengan hanya mengandalkan daya rasional saja. Rasionalitas teknologi sangat terbatas, keengganan memahami teknologi lebih dari sekedar alat/piranti yang memberikan kemudahan dan kenyamanan membuat manusia semakin hari bersikap tidak masuk akal (Winner, 2004). Virus tekonologi telah mengakibatkan manusia dewasa mengalami techological somnambulism. Kita merasa sudah mampu untuk menguasai teknologi untuk kehidupan yang nyaman dan memanusiakan manusia, akan tetapi kita sebenarnya telah nglindur dalam menerjemahkan teknologi ini. Dan kesalahan menerjemahkan teknolog itu kini telah kita wariskan pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) yang masih belum sadar akan bagaimana teknologi itu akan menggiring mereka antara jurang kehidupan.


 

 

KESIMPULAN

Dalam diri anaj terdapat potensi minat dan bakat yang perlu di kembangkan tanpa menggunakan gadget, smartphone, dan sebagainya, karena jika kita mengembangkan minat dan bakat anak tanpa gadget kita tau potensi anak dan bisa mengarahkan dan mengembangkan potensi anak. Sebagai orang tua yang baik akan selalu mendampingi anak dalam menentukan langkah yang baik bagi anaknya sehingga penggunaan gadget juga perlu dampingan orang tua.


Gambar

Paling Baru Gambar Anak Anak Bermain Bola Kartun Soho Blog s, Sumber: https://www.rumahpopuler.com/

 

Gambar Kartun Anak Main Bola Auto Design Tech, Sumber: https://www.rumahpopuler.com/


 

DAFTAR PUSTAKA

Ameliola, Syifa, and Hanggara Dwiyudha Nugraha. "Perkembangan media informasi dan teknologi terhadap anak dalam era globalisasi." Prosiding In International Conference On Indonesian Studies" Ethnicity And Globalization. 2013.

Setiawan, Daryanto. "Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap budaya." JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study 4.1 (2018): 62-72.

https://www.rumahpopuler.com/

Komentar